Kamis, 05 April 2012

The Reason Behind The Story



Gue sadar kalau setiap orang itu punya cara masing-masing untuk menghadapi masalahnya. Gue juga yakin mereka punya alasan tersendiri kenapa memilih cara itu. Gue juga ngerti kalau setiap manusia itu punya beban hidupnya masing-masing dan terkadang ngerasa kalau beban itu nggak akan bisa dibagi ke orang lain, bahkan orang terdekatnya sekalipun. Tapi yang gue nggak ngerti sekarang ini adalah alasan orang-orang yang memberi label "tak terbagi" pada masalahnya, tapi malah dengan santainya membeberkan itu pada dunia. Apa yang sebenarnya ingin mereka cari dari aksi itu? Perhatian? Kasih sayang? Atau hanya sekedar iseng belaka?
Sebenarnya pengen banget mengerti alasan orang-orang yang gue maksud di atas. Mungkin zaman sekarang masyarakat sering menamai aksi itu dengan "labil". Tapi kalau gue pribadi, lebih seneng nyebutnya dengan "gaje" alias nggak jelas. Kenapa? Karena menurut gue orang-orang yang melakukan aksi seperti itu emang sangat-sangat nggak jelas. Nggak jelas latar belakangnya apa, alasannya apa, tujuannya apa. Mungkin gue emang sedikit keterlaluan dengan sebutan itu. Tapi setelah gue kasih contoh dibawah ini, kalian mungkin bakalan ngerti kenapa gue pada akhirnya bisa menamai aksi mereka dengan "gaje". Example :

Berikut adalah contoh percakapan yang ada di timeline twitter :
Si gaje : (pasang twit) @gaje Gw muak banget dengan semuanya. Knp hidup gw harus kek gini? Apa ga ad lg yg mw peduli sm gw?
Teman A : (retweet) @siA knpa je? ad msalah gt? critalah.. RT @gaje Gw muak banget dengan semuanya. Knp hidup gw harus kek gini? Apa ga ad lg yg mw peduli sm gw?
Teman B : (retweet lg) @siB je knapa itu? klo ad mslh crita aja. RT @siA knpa je? ad msalah gt? critalah.. RT @gaje Gw muak banget dengan semuanya. Knp hidup gw harus kek gini? Apa ga ad lg yg mw peduli sm gw?
Teman C, D dan mungkin masih banyak lagi teman yang meretweet dan menanyakan masalah si gaje. Mereka semua pastinya ingin menunjukkan bahwa mereka peduli. Tapi tahukah kalian apa jawaban yang akan diberikan si gaje kepada teman-temannya itu? Berikut inilah jawaban dari aksi yang gue sebut "gaje" ketimbang "labil".
Si gaje : (reply all) @siA @siB @siC @siD @siDLL ga ad ap". gw gpp kok guys. ga perlu khawatirin gw.
(contoh hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan apapun mohon dimaafkan)

Nah, begitulah contoh aksi yang gue sebut "gaje". Menurut kalian sendiri, apa alasan dibalik jawaban yang menurut gue sangat nggak jelas tapi sering banget diucapkan oleh para gaje itu? Karena menurut gue kalaupun ada alasan dibalik itu, sangatlah absurd rasanya. Gue bisa bilang absurd karena orang-orang ini seringkali mengatasnamakan kemarahan atas dunia, teman-teman atau lingkungannya yang tidak pernah peduli padanya. Namun disaat banyak yang peduli, dia mengabaikannya begitu saja.
Sebenarnya masing-masing individu emang punya hak atas aksi yang akan dilakukannya. Tapi menurut gue, akan lebih bijak jika masalah-masalah yang tidak sepatutnya atau tidak ingin diceritakan kepada khalayak ramai itu disimpan sendiri atau bisa aja diceritakan langsung kepada orang-orang yang sangat dipercaya. Tidak perlu mengumbarnya di depan umum hanya untuk memancing perhatian. :)

"Setiap manusia itu unik. Sehingga masalah-masalah mereka juga pasti identik dengan keunikan dari manusia itu sendiri". -Me

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Lucky Charms Rainbow